Maraknya Pembajakan di Indonesia

Anda yang suka dengan desain grafis tentu sudah tidak asing lagi dengan aplikasi-aplikasi seperti Adobe Photoshop, Corel Draw, dan semacamnya. Namun mungkin banyak dari para pembaca yang tidak menyadari bahwa aplikasi-aplikasi tersebut adalah aplikasi yang bersifat Propetiary (berbayar). Dan kalaupun mengetahui dan memahami maksud dari propetiari tersebut, masih banyak sebagian dari kita yang tidak mengacuhkannya. Padahal hal tersebut sangat erat hubungannya dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang beberapa tahun lalu sudah diterapkan di Indonesia.

Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa aplikasi-aplikasi tersebut dapat beredar denganbebas di negeri kita tercinta ini. Salah satu yang paling penting adalah karena minimnyapemberantasan pembajakan aplikasi berbayar oleh pemerintah, sehingga pembajakan di negeriini dapat tumbuh dengan bebas. Hal ini dapat kita buktikan dengan mudahnya kita menemukanberbagai aplikasi berbayar dengan harga murah dan lengkap di pasaran. Aplikasi berbayaryang biasanya dari jutaan hingga puluhan juta rupiah seperti Adobe Photoshop dapatdiperoleh dengan mudah dan murah, cukup hanya dengan merogoh kocek sebesar 15 ribu rupiahsaja (belum ditawar).

Kedua, karena pemerintah masih sangat mengandalkan aplikasi-aplikasi berbayar tersebut untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, mulai dari yang sederhana hingga yang rumit. Namunkebutuhan pemerintah yang sangat besar akan teknologi informasi seperti tersebut tidakdiimbangi dengan kemampuan sumberdaya manusia yang bagus dan anggaran yang mencukupi.Sehingga pemerintahpun mau tidak mau harus melakukan hal yang serupa dengan masyarakatnya,membajak.

Ketiga, yaitu dari sektor pendidikan. Semenjak sekolah tingkat dasar hingga sekolah menengah atas, kita selalu dididik dengan menggunakan aplikasi bajakan. Padahal kitadididik untuk taat terhadap UU HAKI, namun dari sektor pendidikan sendiri justru malahmendidik kita untuk membajak (secara tidak langsung). Aplikasi-aplikasi yang dibajaktersebut adalah aplikasi umum seperti M. Windows, M. Office, dan sebagainya. Namun ibarat
peribahasa “niat hati memeluk gunung, apalah daya tangan tak sampai”, sekolah yang memiliki anggaran terbatas terpaksa untuk melakukan hal tersebut, mengingat masih banyak hal-hal yang lebih penting yang harus dipenuhi seperti, peningkatan gaji guru, perbaikan fasilitas sekolah, dana operasional, dan sebagainya.

Keempat, kebutuhan dunia kerja di Indonesia juga mengharapkan tenaga kerja yang menguasai ilmu komputer yang tentunya juga aplikasi propetiari. Dunia kerja membutuhkan sumber-sumber daya manusia seperti ini untuk menunjang berbagai kegiatan di kantornya. Itu juga salah satu pendorong yang kuat bagi masyarakat Indonesia untuk tidak mengindahkan UU HAKI
tersebut. Sehingga, jika ditanya “Mengapa anda belajar menguasai dan menggunakan aplikasi bajakan tersebut?” dengan mudah seseorang akan menjawab “Ini kebutuhan dunia kerja”. Sangat sayang sekali rasanya jika ada yang mampu menjawab seperti itu.

Dari beberapa faktor diatas, dapat kita simpulkan bahwa ada banyak pihak yang terkait dalam berkembangnya pembajakan di negeri kita tercinta ini. Mulai dari kebutuhan pasar, pemerintah, pendidikan, hingga kebutuhan dunia kerja. Dan kini kita membutuhkan solusi untuk memperbaiki itu semua.

Sebenarnya sudah banyak solusi untuk menghadapi derasnya pembajakan yang telah dipraktekkan oleh berbagai negara maju dan berkembang seperti pemanfaatan dan pengembangan sistem operasi serta aplikasi alternatif untuk menghindari pembajakan. Dan solusi tersebut akan saya bahas dalam artikel berikutnya.

Jangan lewatkan artikel berikutnya di blog Tekno Update!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s