Alam Semesta Menjawab Siapa Tuhan Kita

Saya adalah orang yang benar-benar menggunakan logika dalam proses mencari Tuhan. Dan saya menantang diri saya, apakah saya akan benar-benar menemukanNya dengan cara itu. Banyak orang mengatakan bahwa keberadaan Tuhan tidak akan pernah kita temukan jika mengandalkan logika pemikiran atau ilmu eksakta. Walaupun saya bukan seorang fisikawan, tapi saya yakin, jika saya mau maka Tuhan akan menunjukkan.

Pertama mari kita singkirkan segala pendekatan teologi untuk menjaga independensi pimikiran logika. Kita akan mulai pembahasan ini dari pengetahuan umum seputar fisika dan logika. Namun saya lebih suka membaginya ke dalam beberapa section yaitu Alam Semesta, dan Manusia dann makhluk hidup lainnya (bagian artikel ini akan segera menyusul).

Alam Semesta
Apa yang akan saya bicarakan disini mungkin akan terdengar mirip dengan konsep Stephen Hawking yang dalam hasil penelitiannya ia menyimpulkan bahwa Tuhan itu tidak ada. Hal ini mungkin terdengar kontroversial, tapi sejujurnya saya sangat suka dengan cara bagaimana penelitiannya berawal.
Sebelum mempertanyakan tentang Tuhan, sebaiknya kita ajukan dulu serangkaian pertanyaan sebagai berikut:

Kita ini hidup dimana?
Apa itu alam semesta?
Apa yang membuat kita dan semua material di alam semesta ini ada?
Apakah ada permulaan?

Jawaban yang mungkin paling memuaskan logika adalah teori Big Bang. Teori ini secara umum diajarkan kepada semua kalangan terpelajar mulai dari tingkat sekolah menengah atas bahkan sampai ke para ilmuan untuk menganut paham yang sama. Mungkin anda para pembaca sudah pernah mendengar teori ini sebelumnya bahwa alam semesta ini bermula dari sebuah ledakan besar hingga terekspansi menjadi material-material kosmos yang tak terhitung jumlah dan besarnya. Dalam teori big bang alam semesta ini mengembang layaknya sebuah balon (ada juga yang mengasumsikan berbentuk oval/elips) mulai dari waktu big bang terjadi hingga detik ini. Teori ini secara umum bisa diakui karena memang dapat dibuktikan secara matematis penjelasannya. Jadi jika big bang memang terjadi maka besar massa material yang meledak pada awal kejadian itu jumlahnya sama dengan seluruh material di alam semesta disatukan. Lalu timbul pertanyaan baru:

Dari mana material raksasa itu berasal?
Apa yang membuat ia meledak?
Kedua pertanyaan ini yang belum bisa dijawab oleh para ilmuan dari seluruh cabang ilmu fisika di dunia, semenjak teori big bang dicetuskan. Yang jelas energi yang dilepaskan material saat big bang terjadi saat ini menjadi yang namanya gravitasi (gaya tolak dan tarik). Para ilmuan mengkaji lebih dalam mengenai gravitasi ini, dan mereka (untuk sementara ini) menamainya dark matters (energi yang tidak diketahui). Entah kita yang belum menemukan jawaban atau memang kita sudah sampai pada ambang batas pengetahuan (yang mana kita tidak lagi punya cukup kemampuan untuk menjawab apa yang kita pertanyakan). Dari kebuntuan-kebuntuan ini, saya sebagai penulis menyimpulkan bahwa ada sesuatu yang membatasi kita untuk tahu lebih dari yang sesuatu tersebut ingin kita mengetahuinya. Lagi-lagi saya merenung dan menyadari bahwa inilah yang namanya kekuasaan Tuhan. Kita hanya tahu apa yang Ia tunjukkan, yang Ia ajarkan. Kita bahkan tidak punya kemampuan untuk melebihi peraturan itu.

Namun banyak ilmuan dan fisikawan tersohor yang masih mencoba menjawab pertanyaan non-logis tadi. Keberadaan alam semesta memiliki 2 kemungkinan, yaitu:

Alam semesta memiliki awal dan akhir
Alam semesta ada tanpa permulaan dan tanpa akhir
Jika para ilmuan mau menganut paham yang pertama, maka jawaban yang akan ditemukan tidak lain dari adanya konsep ketuhanan yang Maha Esa. Namun jika menganut paham yang kedua, maka jelaslah mereka adalah manusia-manusia yang angkuh dengan ilmu pengetahuannya dan dengan sengaja menghindari atau meniadakan konsep ketuhanan.
Saya sebagai penulis yang masih mencoba berfikir logis menganut paham bahwa alam semesta ini memang memiliki awal dan tentunya ada kemungkinan untuk memiliki akhir. Hal-hal yang mendasari keyakinan saya adalah teori big bang itu sendiri. Satu fakta yang jawabannya masih belum ditemukan fisikawan adalah tentang arah dan kecepatan ekspansi alam semesta. Saya sebagai orang awam masih menunggu hasil penelitian/penemuan mengenai kecepatan gerak alam semesta ini karena saya yakin bahwa hal ini masih bisa dilakukan manusia melalui perhitungan matematis. Jika jawabannya kecepatan ekspansi alam semesta melambat, maka ada kemungkinan suatu waktu nanti alam semesta akan kembali menciut karena daya tarik menariknya sendiri. Dan jika kecepatan ekspansinya semakin bertambah, maka ada kemungkinan alam semesta akan semakin besar hingga volume yang tidak dapat ditentukan. Namun sebesar apapun volume alam semesta, masih ada cukup ruang hampa untuk menampungnya. Bagaimanapun masa depan alam semesta nanti kita hanya bisa yakin bahwa sesuatu yang memiliki awal akan memiliki akhir seperti yang diinginkan oleh yang menciptakannya. Perlu untuk diketahui, menurut perkiraan para ilmuan umur alam semesta ini sudah mencapai 13,75 Triliun tahun.

Setelah saya mengimani konsep adanya awal dan akhir alam semesta, saya kembali bertanya :

Siapakah yang menciptakannya?
Untuk apa diciptakan?
Yang jelas untuk menciptakan sesuatu yang memiliki awal pasti bukanlah zat yang juga memiliki awal, dan jika Ia tidak memiliki awal maka dia juga tidak mengenal akhir. Dan dari seluruh bentuk ajaran agama yang paling mendekati konsep ini adalah Islam.

Satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah S.W.T. Yang mana melalui Al-Qur’an ia memberikan petunjuk, dan melalui rasul Ia membimbing umat manusia

Subhanallah

Sungguh luar biasa bagaimana cara Ia memberikan petunjuk bagi hamba-hambanya yang ingin mengetahui.

Sungguh sebuah rezeki yang tak terhingga menjadi seorang muslim
Namun kita yang tidak mensyukurinya dengan cara mengingkarinya
Padahal Ia telah memberikan petunjuk dalam berbagai macam cara.

Astaghfirullah,,
Ampuni kami ya Rabb

5 thoughts on “Alam Semesta Menjawab Siapa Tuhan Kita

    • Gapapa gan,, Allah memilih siapa yang Ia tunjukkan dan yang tidak. Saya hanya berharap hidayah yang saya terima juga bisa didapat oleh orang lain. Maha Suci Allah yang senantiasa memberikan petunjuk bagi hamba-hambaNya.

  1. Saya yakin bahwa riky telah menggunakan logikanya secara lahiriah dan bathiniah. Inilah logika yang paling objektif, tanpa sentimen, karena melibatkan kalbu yang berisikan iman. Konsep iman seperti ini adalah islam, hal inilah yang ditekankan oleh riky dan bukanlah promosi agama. Memang mereka yang sekularist hanya mengandalkan pemikiran secara lahiriah doang dan cenderung materialistis, sehingga enggan menggunakan bathiniah dan tersingkir dari ketuhanan. “Tiada Tuhan selain Allah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s