Kita tidak butuh antivirus

no-antivirusSemua kita yang menggunakan komputer, laptop, tablet, smartphone dan sebagainya tentunya tidak ingin gadget kesayangan kita tersebut terserang virus. Bahkan beberapa dari kita lebih sayang dengan file yang ada di dalamnya daripada gadget itu sendiri. Sehingga tidak mengherankan kalau kebanyakan dari kita mempercayakan urusan keamanan gadget kita pada antivirus. Bahkan ada yang saking paranoid nya sampai menginstall beberapa buah antivirus sekaligus. Dan kebanyakan orang indonesia lebih senang dengan antivirus gratis, walaupun beberapa bersedia untuk membeli yang premium.

Sekarang mari kita pikirkan kembali, apakah kita betul-betul membutuhkan yang namanya antivirus? Mengapa kita menggunakan antivirus? Apa yang coba kita lindungi dari antivirus? Apakah dengan antivirus lantas kita mulai bisa merasa aman dan nyaman ber komputer ria?

Saya bukannya tidak percaya antivirus ataupun tidak menghargai para pengembang antivirus, tapi yang saya yakini, dengan sedikit pengetahuan tentang cara virus dan antivirus bekerja membuat saya sadar bahwa saya tidak perlu bergantung pada antivirus.

Kepercayaan diri saya untuk tidak membutuhkan antivirus berawal dari eksperimen saya menggunakan OS linux di komputer rumah. Karena dahulunya baik komputer kantor dan komputer rumah kami selalu bermasalah dengan yang namanya virus. Harap maklum, waktu itu Windows XP memang sangat rentan terhadap serangan virus. Dan yang ingin saya ceritakan disini bukan untuk mendorong anda untuk beralih ke linux lho, sampai sekarang saya masih betah menggunakan Windows 8 yang baru saya beli (ori ya).

Kembali ke pengalaman eksperimen saya tadi, saat saya memasukkan flashdisk dari Windows xp yang saya yakini sudah terjangkit virus dari komputer sebelumnya ke komputer satu lagi yang sudah terinstal dengan linux (waktu itu pake linux versi knoppix). Flashdisknya terdeteksi dengan lancar tanpa masalah, kemudian saya pun mulai browse isi flashdisk tadi di jendela file explorernya linux. Voila!! Semua file saya yang saya kira hukang ternyata masih berbaris rapi di foldernya masing-masing. Berarti virus tidak serta merta langsung menghapus file yang ada pada folder pengguna yang diserangnya. Dan karena saya hafal apa saja file yang ada dalam flashdisk saya, saya terkejut menemukan beberapa file bernama “tugas kuliah.exe”, “tugas kuliah.lnk”, dan “New folder”. Langsung saya heran, sejak kapan saya punya ilmu pemrograman untuk membuat aplikasi bernama tugas kuliah.exe? Ingat, file yang saya sebutkan tadi hanya muncul di file Manager linux, di Windows dia tidak kelihatan.

Merasa kesal dan penasaran terhadap beberapa buah file yang kedengaran bodoh tadi, saya coba open file lnk dan new foldernya. Kemudian linux memunculkan jendela mirip notepad dan menampilkan sederet kode perintah komputer. Saya tidak mengerti apa isi perintah itu, namun sebagaimana yang saya lihat didalamnya terdaftar alamat-alamat folder dokumen saya dan folder sistem Windows. Saya yakin ini adalah alamat-alamat folder yang menjadi target operasi sang virus. Setelah menandai beberapa file yang saya yakini sebagai virus, saya hapus file-file tersebut.

Setelah yakin flashdisk itu bersih dari virus, saya pun kembali colokkan flashdisk tersebut ke komputer yang ber Windows XP. Tapi malah yang muncul peringatan dari antivirus bahwa masih terdapat virus yang sudah saya hapus tadi. Dan setelah buka Windows Explorer ternyata foldernya kembali hilang semua. Padahal sudah 3 antivirus gratis berbeda yang saya install dalam Windows tersebut untuk scan baik komputer maupun flashdisknya. Saat itu kepercayaan saya terhadap antivirus mulai hilang.

Setelah saya mempelajari berbagai artikel di internet tentang cara kerja antivirus, ternyata antivirus bekerja (scan dan cleaning) berdasarkan database virus yang tersedia padanya. Jadi kalau misalnya sebuah file, folder, atau drive tidak dicurigai oleh si antivirus maka file tersebut tidak akan dikarantina, walaupun kita tahu file itu adalah virus. Sering kali jenis virus yang beredar jauh lebih banyak daripada jenis yang bisa dideteksi oleh antivirus. Itu makanya banyak virus yang tidak dapat ditangani oleh sebuah antivirus. Dan memasang beberapa antivirus sekaligus juga bukan jawaban yang tepat karena itu hanya akan semakin memberatkan beban komputer anda sementara pertambahan manfaatnya sedikit.

Dan kebanyakan antivirus tidak memiliki hak akses sampai ke dalam folder inti Windows, sementara para virus sudah bersarang di folder-folder yang tidak dapat dijangkau oleh antivirus tersebut. Itu makanya setelah discan dan dicleaning sekalipun virusnya tetap bisa muncul. Kalau kondisinya sudah seperti ini jalan yang terbaik memang dengan install ulang laptop atau komputer anda dengan Windows yang baru. Dan usahakan untuk beli Windows yang asli di toko komputer. Namun jangan lupa untuk backup seluruh dokumen anda ke flashdisk atau hard disk eksternal. Setelah selesai install ulangnya jangan lupa untuk membersihkan terlebih dahulu flashdisk atau hard disk eksternal yang berisi dokumen tersebut di komputer dengan os linux. Tahap ini sangat penting, percuma anda install ulang kalau hanya virusnya akan kembali lagi dari flashdisk atau hard disk eksternal yang belum dibersihkan.

Kemudian setelah install ulang apa kita harus menginstall antivirus lagi? Kalau menurut saya jawabannya tidak. Setiap kali ada orang lain bertanya kepada saya apa antivirus yang paling baik yang bisa saya sarankan, saya selalu menjawab “tidak ada”. Satu-satunya antivirus terbaik adalah cara penggunaan laptop atau komputer yang benar. Antisipasi pencegahan virus masuk lebih baik daripada berupaya membersihkan komputer yang sudah terlanjur terserang virus.

Komputer saya yang sudah bertahun-tahun tidak terserang virus walaupun tidak diinstal satu antivirus pun mungkin bisa menjadi bukti bahwa saya sudah mengoperasikan komputer dengan cara yang benar, yang tidak memberikan kesempatan bagi virus untuk masuk. Saya ingin membagikan sedikit tips bagi pembaca untuk mengoperasikan Windows Explorer agar terhindar dari virus.

Kebanyakan kesempatan virus untuk masuk berasal dari cara pengoperasian Windows Explorer kita yang salah. Virus sangat mengandalkan vitur autoplay yang muncul saat kita baru memasukkan flashdisk atau hard disk eksternal. Kebanyakan pengguna awam akan dengan senang hati mengeksekusi salah satu perintah yang disediakan autoplay atau dengan klik Ok. Kalau kebetulan dalam flashdisk yang baru anda masukkan mengandung virus dan anda klik Ok pada autoplay, saya bisa jamin komputer anda sudah terserang virus. Untuk itu saya sangat menyarankan anda untuk mematikan fitur autoplay drive yang ada pada control panel. Dengan begini tawaran autoplay tidak akan muncul setiap kali anda memasukkan flashdisk. Tertutup sudah satu pintu untuk virus menyerang komputer anda.

Kemudian cara lain untuk mencegah virusbmasuk dari Windows Explorer adalah dengan cara membuka sub-folder hanya dari folder Tree pada tab sebelah kiri Windows Explorer. Hal ini penting karena sering kali virus secara tidak sengaja teraktivasi saat kita double click pada folder yang berisi virus. Walaupun tidak semua virus pun memiliki kemampuan ini tapi kita tetap harus waspada. Tertutup lagi satu celah bagi virus untuk masuk via Windows Explorer.

Kemudian saat menginstal suatu aplikasi sering kali pengguna klik Next, Next, dan Next. Hendaknya setiap tahap dibaca secara teliti dan hapus tanda centang pada fitur yang fungsinya meragukan. Contoh seperti saat menginstal aplikasi yang baru saja di unduh dari internet, kemudian kita heran mengapa sekarang muncul toolbar yang mengganti search engine anda ke selain Google. Itu salah satu bentuk masuknya spam ke dalam browser.

Demikianlah sedikit tips dan trika amatir dari saya ayang awam ini,namun walaupun begitu masih terbukti cukup ampuh untuk melindungi komputer dan laptop saya dari serangan virus yang berbahaya. Silahkan mencoba, dan jika ada pertanyaan, komentar, maupun saran silahkan disampaikan di blog ini. Semoga apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi semua pembaca🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s